The Purpose Driven Life

Kalangan Pribadi

Mungkin banyak orang telah tahu apa artinya “The Purpose Driven Life”. Bagi orang yang belum mengetahuinya, ya akan diberitahukan dimana lagi tempatnya kalau bukan disini. Tapi sebelum itu, artikel ini terbit bukan karena semata-mata pengen pamer keahlihan, sok hebat, sok filsafat, sok religius, sok tahu, sok pintar, sok cool (pokoke terserah deh mo bilang apa…). Artikel ini terbit semata-mata sewaktu hari natal dan tahun baru 2009 yang silam, dimana perjalanan hidup yang tak tentu arah. Ya itu dikarenakan semua orang mengadakan acara kumpul bareng bersama keluarga mereka untuk merayakan hari natal dan tahun baru, dimana sewaktu itu saya (sang penulis artikel) tidak ikut berkumpul bersama keluarga untuk merayakannya dikarenakan jarak antara saya dan keluarga jauh (gak pulang kampoeng gitu…cape deh…..).

Baiklah kita lanjut ke topik pembahasan, kalau membahas perkara diatas gak ada selesai-selesainya tuh (kalau kamus KBBI dibuat pun membahas perkara diatas tidaklah akan muat..hehehehe…).

“The Purpose Driven Life” artinya Kehidupan yang digerakkan oleh Tujuan. Di dalam artikel ini akan dibahas tentang mengenai sebuah Perjalanan dengan tujuan agar kita mendapatkan yang terbaik dalam hidup kita (sok dapat kehidupan yang baik…iya khan…padahal…).
Artikel ini adalah sebuah penuntun untuk perjalanan rohani 40 hari yang akan memungkinkan anda menemukan jawaban bagi pertanyaan paling penting: Sesungguhnya untuk apakah aku ada didunia? (ayo…untuk apa…coba…).

Pada akhir perjalanan ini anda akan mengetahui tujuan Allah bagi hidup anda dan akan memahami gambaran besar, yakni bagaimana semua bagian dari kehidupan anda saling sesuai. Cara pandang ini akan mengurangi rasa stres dan memudahkan anda untuk mengambil keputusan, meningkatkan kepuasan anda, dan yang terpenting, mempersiapkan diri anda bagi kekekalan (sok tau ah…sok pendeta…ya ialah…masa ya iya donk…).

Sekarang ini rata-rata lama hidup manusia adalah 25.550 hari (hitung sendiri ya…tau khan cara hitungnya…berapalah…). Itulah jangka waktu hidup manusia pada umumnya. Bukankah suatu penggunaan waktu yang bijaksana jika anda menyisihkan waktu 40 hari dari masa hidup tersebut untuk menemukan apa yang Allah ingin anda lakukan dengan sisa hari-hari anda?.

Di dalam Alkitab (cieeilehhh…) dengan jelas menyatakan bahwa Allah menganggap 40 hari itu adalah periode waktu yang penting secara rohani. Kapanpun Allah ingin mempersiapkan seseorang bagi tujuan-tujuan-Nya, Dia mengambil 40 hari (mau contohnya…nie dia…) contoh:

  • Yesus diberi Kuasa dengan 40 hari berada di padang gurun.
  • Kehidupan Nuh diubahkan dengan 40 hari hujan.
  • Musa diubahkan dengan 40 hari di gunung sinai.
  • Para pengintai diubahkan dengan 40 hari di Tanah Perjanjian.
  • Daud diubahkan dengan 40 hari tantangan dari Goliat.

(mau yang lain…cari sendiri ya…bercanda kok)

  • Elia di ubahkan ketika Allah memberinya 40 hari kekuatan dari makanan.
  • Keseluruhan kota Niniwe diubahkan ketika Allah memberi 40 hari bagi bangsa-bangsa tersebut untuk berubah.
  • Para murid Yesus diubahkan dengan 40 hari bersama Yesus setelah kebangkitan-Nya.

(tuh dia contohnya…kalo ayatnya cari sendiri ya...).

Jadi, artikel ini akan dibagi dalam 40 bab singkat dimana empat puluh hari ke depan akan mengubahkan kehidupan anda (amin…).

Saya sangat mendorong anda untuk membaca satu bab saja sehari, sehingga anda memiliki waktu untuk penerapannya bagi kehidupan anda.

Alkitab berkata (mulai lagi nieh…cape deh…), “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”. (ayo…terdapat di ayat mana dan pasal berapa…siapa yang tau…).

HARI I

SEMUANYA DIAWALI DENGAN ALLAH

Ayat renungan: Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan,… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (kolose 1:16).

Mungkin tujuan hidup anda jauh lebih besar daripada prestasi pribadi anda, ketenangan pikiran anda, atau bahkan kebahagiaan anda. Jika Anda ingin tahu mengapa Anda ditempatkan di planet ini, Anda harus memulainya dengan Allah, Anda dilahirkan oleh tujuan-Nya dan untuk tujuan-Nya (khan…sok tahu lagi nieh ceritanya…hehehe).

Pada umumnya mungkin kita pernah bertanya dalam hati kita sendiri seperti ingin menjadi apakah aku kelak? Apakah yang sebaiknya aku lakukan dengan hidupku? Apakah impian-impianku untuk masa depanku? Tetapi memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita.

Alkitab berkata, “bahwa didalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia (ayo…di ayat dan pasal berapa lagi…).

Anda tidak bisa sampai pada tujuan hidup Anda bila memulainya dengan berpusat pada diri sendiri (tul gak…). Anda harus mengawalinya dengan Allah. Anda ada hanya karena Allah menghendaki Anda ada (pusing nih…cape deh…). Anda diciptakan oleh Allah dan untuk Allah – dan sebelum Anda memahaminya, kehidupan tidak akan pernah bisa dipahami. Hanya didalam Allahlah kita menemukan asal-usul kita, identitas kita, dan masa depan kita.

Lalu, bagaimana Anda menemukan tujuan Allah menciptakan Anda? Anda memiliki hanya dua pilihan (oh iya…masa…apaan tuh…). Pilihan pertama Anda adalah Spekulasi. Inilah pilihan sebagian besar orang. Mereka menebak, mereka menduga, mereka berteori. Ketika orang berkata, “Saya selalu berfikir bahwa kehidupan adalah…,” yang mereka maksudkan, “inilah perkiraaan terbaik yang bisa saya hasilkan.” (bingung khan…mudah-mudahan gak iya…).

Untunglah (wah…si untung dah pindah tuh…kemana ya…), ada suatu pilihan lain dari spekulasi mengenai makna dan tujuan hidup (apaan tuh…cepetan donk…gak tahan lagi nih…). Yaitu Pernyataan. Kita bisa melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan didalam Firman-Nya. Cara termudah untuk menemukan tujuan sebuah barang adalah bertanya pada penciptanya. Hal yang sama berlaku untuk menemukan tujuan hidup Anda: Tanyakan Pada Allah ( tuh dia…dah dapat khan…).

Allah tidak meninggalkan kita di dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak. Dengan jelas Dia telah menyatakan tujuan-Nya untuk kehidupan kita di dalam Alkitab. Alkitab menjelaskan apa yang tidak mungkin diketahui oleh buku untuk menolong diri sendiri atau buku filsafat. Alkitab berkata, “Hikmat Allah…tersembunyi jauh di dalam maksud-maksud-Nya… Apa yang Allah tentukan sebagai cara untuk memunculkan hal terbaik yang ia ciptakan di dalam kita bukanlah berita terbaru, melainkan lebih merupakan berita tertua” ( ayo…di ayat dan pasal berapa lagi…).

Allah bukan sekedar titik awal dalam kehidupan Anda; Dialah sumber kehidupan. Untuk menemukan tujuan dan membawa Anda dari kegelapan, Anda harus melihat Firman Allah, bukan hikmat dunia. Anda harus membangun kehidupan Anda diatas kebenaran-kebenaran kekal, bukan psikologi umum, motivasi sukses atau kisah-kisah yang memberi inspirasi.

Anda mungkin merasa berada di dalam kegelapan mengenai tujuan hidup Anda. Selamat, Anda segera akan masuk ke dalam terang (amin….).

Bersambung…

Kode rahasia Kitab Suci

Banyak orang yang percaya bahwa dalam lima Kitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani tersembunyi kode rahasia kitab suci. Tuhan dengan menggunakan kode rahasia mencatat dalam kitab suci tentang tokoh dan peristiwa besar di bumi yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Ilmuwan besar yang terkenal yakni Sir Isaac Newton adalah salah satu yang mempercayai itu. Hal ini diketahui berdasarkan penemuan setumpuk kertas kerja yang ditinggalkan Isaac Newton ketika ia pensiun dari jabatannya sebagai kepala institut pada 1696.

Manuskrip yang hurufnya jutaan ini, sebagian besar adalah membahas tentang teologi yang bagusnya tak terlukiskan, dan Newton percaya bahwa di dalam kitab suci tersembunyi ramalan tentang sejarah manusia. Menjelang akhir hidupnya, Newton berusaha mencarinya namun belum berhasil.

Kurang lebih pada 1940-an, seorang rabi bernama H.H.D. Weissmande dari ibukota Provinsi Ceko menemukan, di awal kitab pertama Perjanjian Lama dengan judul “Kejadian”, jika membaca dengan cara meloncat setiap 50 huruf, maka akan terbaca kata “Torah” (Taurat). Pada kitab selanjutnya yang berjudul “Keluaran”, dengan cara membaca yang sama akan terbaca kata “Torah”, begitu juga dengan kitab-kitab berikutnya, “Imamat”, “Bilangan” dan “Ulangan”. Temuan H.H.D. Weissmande secara kuat telah menunjukkan sebuah jalan untuk meneliti kode rahasia dalam kitab suci. Terlebih lagi dengan munculnya komputer yang lebih memungkinkan untuk meneliti kode rahasia kitab suci lebih jauh.
Profesor Eliyahu Rips, ahli ilmu pasti dari Universitas Ibrani, Jerusalem, adalah salah satu ahli dari sekian banyak kelompok terkenal saat ini, dan Rips mengembangkan seperangkat bentuk hitungan ilmu pasti yang akurat, dijalankan dengan formula komputer, artinya bisa membuktikan bahwa Kitab Perjanjian Lama memang benar ditulis dengan sandi rahasia. Namun, terobosan terakhirnya tidak mencapai kemajuan, dan akhirnya tidak bisa secara ringkas dan jelas membuktikan eksistensi sandi rahasia kitab suci tersebut. Belakangan ia bertemu dengan seorang fisikawan Israel bernama Doron Witxztum. Ia telah merampungkan bentuk hitungan ilmu pasti akurat yang dikembangkan Rips pada formula komputer. Sehingga untuk membuktikan secara ringkas dan jelas eksistensi sandi rahasia kitab suci menjadi memungkinkan.


Untuk menemukan sandi rahasia tersebut, Rips menghilangkan semua jarak spasi alfabet yang konkret, mengubah kitab suci berbahasa Ibrani menjadi sebuah untaian huruf yang berkesinambungan, panjang total aksaranya adalah 304.805 buah. Sesungguhnya adalah mengembalikan lima kitab Musa ke bentuk semula (asli) seperti yang dikatakan oleh orang mahabijaksana. Dan menurut legenda, bahwa kitab suci yang diterima Musa dari Tuhan adalah “setiap huruf saling menyambung, tidak ada satu pun yang terputus”.

Komputer mencari nama, huruf individual dan beberapa frase pada rangkaian huruf dengan cara meloncat. Dimulai dari sebuah abjad pertama dalam kitab suci, mencari setiap susunan loncatan yang memungkinkan –melalui loncatan ke-1, 2, dan 3 abjad, dan menurut susunan hingga meloncat ke ribuan abjad, dan mencoba melihat huruf apa yang bisa terbaca; kemudian, dimulai lagi dari abjad kedua dalam kitab suci, demikian seterusnya secara berurutan, hingga pada abjad yang terakhir dari kitab suci tersebut. Komputer berhasil menemukan nama, hari, dan nama tempat yang merupakan kunci utama selalu berkesinambungan secara rapat: Rabin, Amir, Tel Aviv, dan tahun Rabin terbunuh, semuanya berada dalam kitab suci di sebuah tempat yang sama.

Dengan dua macam cara komputer merekam gabungan antara huruf dengan huruf –bagaimana jarak antara kata dengan kata yang muncul secara bersamaan, apakah pencarian jarak loncatan huruf individual paling pendek. Rips menjadikan perang Teluk Persia sebagai contoh, menerangkan cara operasional komputer. “Kami ingin komputer mencari Saddam,” ujarnya. “Kemudian baru mencari huruf terkait, coba melihat apakah mereka bisa muncul secara bersamaan menurut cara yang tepat. Dan hasilnya kami mendapati, rudal Scud dengan rudal buatan Rusia, tanggal dimulai perang dan nama Saddam tertulis bersama.”


Kata-kata ini masing-masing membentuk teka-teki huruf atau kata. Akibatnya, kata yang berangkaian saling silang-menyilang, dan memperlihatkan berita terkait. Misalnya, nama Bill Clinton dengan kata/huruf presiden silang-menyilang menjadi satu; mendarat di bulan dengan pesawat ulang-alik dan Apollo 11, Hitler dan Nazi, dan demikian juga dengan kata atau huruf Kennedy dan Dallas.

Melalui percobaan yang berulang-ulang, teka-teki huruf semacam ini hanya bisa ditemukan dalam kitab suci, dan tidak bisa ditemukan pada buku seperti “Perang dan Damai” maupun jenis lainnya, atau pada berbagai macam percobaan melalui program komputer buatan. Dan ini menyebabkan sejumlah besar orang percaya bahwa dalam kitab suci tersembunyi suatu sandi rahasia –banyak peristiwa sejarah manusia yang pernah terjadi selama 1.000-2.000 tahun dan peristiwa yang akan terjadi kelak.

Ramalan paling terkenal yang didapat dari sandi rahasia kitab suci adalah sebuah buku “Sandi Rahasia Kitab Suci” yang ditulis oleh Michael Drosnin, ia pernah bekerja sebagai wartawan Wall Street Daily dan Washington Post yang terkenal. Ia menulis, “Tanggal 1 September 1994, saya terbang menuju Israel, ke Jerusalem menemui penyair Chaim Guri yang merupakan sahabat karib Perdana Menteri Yitzak Rabin. Saya menyerahkan padanya sepucuk surat, yang segera ia serahkan pada Perdana Menteri Rabin.” “Ada ahli ilmu pasti Israel telah menemukan sandi rahasia yang tersembunyi dalam kitab suci, menyingkap seluk-beluk peristiwa besar selama ribuan tahun setelah kitab suci menjadi sebuah buku.” Demikian isi yang saya tulis dalam surat.

“Dan kenapa saya memberitahu hal ini pada Anda, adalah karena nama lengkap Anda Yitzak Rabin adalah satu-satunya yang muncul sekali dalam kitab suci, kemudian ada tulisan (pembunuh gelap yang ingin menjalankan aksinya) pada beberapa huruf yang saling-menyilang dengan namamu.” “Dan agar jangan sekali-sekali menganggap remeh hal ini, karena nama Anwar Sadat dan John serta Robert Kennedy dua bersaudara mengalami peristiwa pembunuhan ini juga tercatat dalam sandi rahasia kitab suci. Dilihat dari kasus individual Anwar Sadat, nama pembunuh, tanggal pelaksanaan pembunuhan dan cara menjalankan aksinya semuanya berurutan satu demi satu.” “Dugaan saya Anda akan mengalami bencana besar, namun bahaya ini bisa dihindari.” Tanggal 4 November 1995, ada seorang laki-laki yang menyatakan dirinya mewakili Tuhan menuntut keadilan, dan terbukti bahwa pembunuh yang tercatat 3.000 tahun lalu dalam buku rahasia pada kitab suci memang benar adalah orang tersebut.

Rabin terbunuh, secara dramatis telah terbukti kebenaran yang akan terjadi kelak yang tersembunyi di antara huruf pada Kitab Perjanjian Lama dalam sandi rahasia kitab suci. “Peristiwa besar yang terjadi pada masa kini yang ditemukan dalam sandi rahasia kitab suci, bukan hanya tentang peristiwa terbunuhnya Rabin. Selain peristiwa terbunuhnya Anwar Sadat dan John F. Kennedy, masih ada ratusan peristiwa yang menggemparkan, semuanya juga tersimpan rapat dalam sandi rahasia kitab suci, dan masih banyak sekali sejak peristiwa Perang Dunia II hingga skandal Watergate, pembunuhan massal Nazi, bom atom di Hiroshima, pendaratan di bulan sampai komet menabrak Jupiter. Dan selain itu, peristiwa yang terlebih dahulu diketahui juga bukan hanya peristiwa pembunuhan ini saja. Komet menabrak Jupiter dan perang Teluk Persia, semuanya merupakan peristiwa yang sebelum terjadi telah ditentukan tanggal atau hari kejadian yang tepat dalam kitab suci.”

Drosnin dalam bukunya menulis: “Badan dinas tertinggi pemerintah Amerika Serikat, ‘dinas keamanan nasional’ ditempatkan di stasiun pemantau rahasia dekat pemerintahan Washington dan ada seorang senior ahli pengurai kode, dan menurut keterangan, setelah Israel mengetahui hal yang mengejutkan ini, lantas memutuskan menyelidiki keadaan yang sebenarnya. Harold Gans yang seumur hidupnya bekerja untuk CIA Amerika Serikat membuat dan memecahkan kode rahasia, semula adalah seorang ahli statistik, juga bisa berbahasa Ibrani. Ia yakin, bahwa yang dinamakan dengan kode rahasia kitab suci sama sekali tidak ada, lalu dirinya merancang seperangkat program komputer, mencoba untuk melihat apakah bisa menemukan informasi yang sama seperti yang ditemukan Israel. Dan ia terperanjat bukan main. Ternyata ada.”

Nama orang mahabijaksana memang benar ditulis bersama dengan hari lahir dan meninggalnya mereka. Dan Gans tetap saja masih tidak percaya. Ia memutuskan mencari lagi di dalam kitab suci apakah masih ada informasi yang sama sekali baru, untuk menyingkap ketidaksempurnaan atas percobaan Rips, bahkan lebih lanjut berupaya membongkar bahwa itu sebuah dusta belaka. “Menurut saya, jika ini memang benar,” ujar Gans. “Maka, tempat hari lahir dan meninggalnya orang-orang mahabijaksana ini semestinya ditulis secara rahasia di dalamnya.” Dalam percobaannya selama 440 jam itu, Gans tidak saja memeriksa terhadap 32 nama orang mahabijaksana yang dipilih dan dipakai dalam percobaan terakhir Rips, namun ditambah lagi dengan 34 nama dalam percobaan sebelumnya, dan secara total berjumlah 66 orang, satu per satu dicocokkan dengan kota dan nama tempat, dan hasilnya membuatnya mau tidak mau harus percaya.

Dan yang pantas dikemukakan adalah bahwa Rips merupakan seorang penganut agama yang taat, dan Drosnin sendiri juga mengakui bahwa ia bukanlah seorang rabi atau pendeta, terhadap agama sedikit pun tidak fanatik. Duet di antara mereka semakin memberi warna pada kebenaran kode rahasia kitab suci yang dicari orang-orang. Berbekal bidang pekerjaan Drosnin, tingkat pengetahuannya terhadap sandi rahasia kitab suci meningkat tajam. Dan oleh karena keteguhan keyakinannya terhadap sandi rahasia kitab suci –bisa menduga masa yang akan datang.

Di sebuah pernyataannya Rips menegaskan: “Saya pribadi tidak mendukung pandangan Drosnin terhadap penguraian rahasia, juga tidak setuju atas kesimpulan yang dibuatnya, setiap informasi yang diserap dari Torah (kitab ke-5 Musa) atau menjadikannya sebagai atas dasar ramalan, adalah tidak berguna dan tidak bernilai. Dan ini, bukan hanya pendapat saya pribadi, juga merupakan pendapat setiap ilmuwan yang bekerja sebagai peneliti pemecahan kode rahasia).” Ketika Drosnin memakai komputer mencari “perang dunia”, ia mendapati “bencana senjata nuklir”, angka “2000″ dan “2006″ ditulis secara bersama. Lalu ia memastikan bahwa perang dunia akan meletus pada tahun 2006. Ia juga mengatakan, bahwa di tempat munculnya tulisan “perang dunia”, “kiamat” dan “2006″, kata-kata “ditunda” atau “saya akan menunda perang” juga terbaca di sana secara bersamaan. Dan perang dunia juga saling bertautan dengan terorisme. Negara yang terseret ke dalamnya adalah Rusia, China, Amerika dan Suriah. Sejak temuan itu, hingga saat ini ia telah menerbitkan buku kedua Kode Rahasia Kitab Suci, subjudulnya adalah “Hitungan Mundur”. Menekankan tahun 2006 tentang “Perang Dunia III” adalah “perang nuklir” yang waktunya hanya tinggal beberapa tahun saja. Bahkan Drosnin secara pribadi menelepon dan mengirimkan sebuah buku untuk kepala ajudan Presiden Bill Clinton di Gedung Putih. Tahun 2000, ketika Presiden Bill Clinton mengadakan pertemuan dengan Arafat dan Mubarak di Ruang Oval untuk menengahi masalah Israel dan Palestina, di tangannya terdapat buku Kode Rahasia Kitab Suci yang diberikan oleh Drosnin.

Setelah Presiden George Walker Bush terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, Drosnin mengirimkan buku Kode Rahasia Kitab Suci kepada kepala ajudan Gedung Putih yakni Andrew Carter, menurut rekomendasi dari penulis buku “Hitungan Mundur” tersebut, dua pejabat tertinggi di sisi Presiden Bush yakni Carter dan Rice telah membaca buku itu. Drosnin percaya, bahwa semua itu dapat diubah selama kita menaruh perhatian pada peristiwa yang akan terjadi di masa akan datang yang diprediksikan dalam kode rahasia kitab suci tersebut.

Dalam sebuah subjudul “Muka Sang Kiamat”, Drosnin menulis: “Setelah perang dunia, adalah gempa dahsyat. Dan tempat yang paling memungkinkan adalah China (tahun 2000-2006), California (2010), dan Jepang (tahun 2000 dan 2006). Dan sebelumnya gempa bumi di tanah suci pada tahun 1995, telah menjadi kenyataan di dalam kode rahasia. Selain Israel, Jepang merupakan satu-satunya negara yang bergabung jadi satu dengan perang akhir zaman. Bahkan tahun 2006 akan ada benda angkasa menerjang bumi.

Dilihat dari setiap pemandangan yang ditunjukkan langit, serangan dahsyat pamungkas adalah gempa bumi dalam skala raksasa. Dalam sebuah “kitab wahyu” terakhir pada Kitab Perjanjian Baru, dan ini adalah bencana ke-7 yang dikeluarkan oleh malaikat ke-7: “Ada lagi gempa dahsyat, dan sejak ada manusia di atas bumi, tidak ada sedemikian dahsyat, gempa yang demikian dahsyatnya setiap laut dan pulau tidak akan dapat menghindarinya, dan hamparan gunung juga sudah lenyap.” Keadaan yang demikian, tidak bisa tidak membuat Presiden Bush yang taat beragama harus percaya, mau percaya adakah kenyataan, tidak percaya apakah tak ada realitasnya. Dilihat dari bentrokan antara Israel dengan Palestina di Timur Tengah, sengketa antara India dengan Pakistan hingga krisis nuklir Korea Utara, peristiwa 9 November (WTC), dan perang antiterorisme Amerika di Afghanistan, serta serangan militer Amerika terhadap Irak, semuanya berkemungkinan mengelilingi kode rahasia kitab suci dan kitab wahyu dan lain-lain rencana yang diatur Tuhan pada ribuan tahun yang silam.

Kesimpulan terakhir Drosnin, “Kode rahasia kitab suci mungkin adalah bukan yang ‘tepat’, tetapi juga bukan yang ‘keliru’. Kode rahasia yang hendak diberitahu pada kita, mungkin adalah ‘hal apa yang mungkin terjadi’, bukan ‘hal apa yang bisa terjadi’. Akan tetapi, karena kita tidak bisa membiarkan dunia kita hancur, maka kita tidak boleh tidak berbuat apa pun, hanya menanti saja di sana –kita harus menghipotesa, bahwa peringatan di dalam kode rahasia kitab suci adalah benar.” Dan inilah makanya selama beberapa tahun ini, berputar-putar seputar Gedung Putih dan Ramallah, Jerusalem dan Tel Aviv, Bill Clinton dan George W. Bush, dan antara Ariel Sharon dan Yasser Arafat, mengingatkan pada mereka menurut peringatan yang ada dalam kode rahasia kitab suci bahwa kita semua sedang berada pada akhir zaman yakni “end of the days”.

Sekian....